Jama’ah Digital : Mailing List Muhammadiyah Society

Posted on Agustus 4, 2007

6


Sudah hampir satu abad Persyarikatan Muhammadiyah berdiri. Persyarikatan yang oleh para pengamat digolongkan sebagai bagian dari kelompok Islam Modernis ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan pencerahan masyarakat di negeri ini, semenjak bumi pertiwi ini masih ber status tanah jajahan Belanda, Tanah Jajahan ‘saudara tua’ Jepang, hingga di alam kemerdekaan seperti sekarang ini. Jaringan organisasinya juga terus membesar, bahkan inspirasi gerakan yang hingga sekarang secara organisatoris hanya beranggotakan Warga Negara Indonesia ini telah menginspirasikan berdirinya organisasi sejenis di Singapura, Malaysia dan Thailand.

Dalam kenyataannya, Muhammadiyah merupakan sebuah jama’ah Islamiyah yang mewujud dalam tiga bentuk, yaitu sebagai persyarikatan, sebagai gerakan dan sebagai komunitas. Ketiganya memang bukan merupakan kesatuan-kesatuan yang terpisah, namun dalam kenyataannya bisa dipandang sebagai varian perwujudan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Muhammadiyah sebagai persyarikatan, adalah Muhammadiyah yang ada dalam bentuk Struktur Pimpinan, Organisasi Otonomnya, dan Amal Usahanya. Muhammadiyah bisa dipandang sebagai gerakan, ketika Muhammadiyah melakukan perkaderan-perkaderan serta dari kekuatan jaringan dan aktifitas kadernya di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan Muhammadiyah akan mewujud sebagai komunitas, adalah ketika Muhammadiyah bisa sebagai entitas yang menyatukan pribadi-pribadi tanpa harus didahului dengan perkaderan-perkaderan formal, pendaftaran anggota untuk memproleh KTA, atau melalui penetapan dengan sebuah keputusan politik seperti Musyawarah, Tanwir atau Muktamar. Disinilah para pimpinan, kader dan simpatisan berkumpul dan berinteraksi. Medianya pun bermacam-macam, salah satunya menggunakan media internet, dan salah satunya yang berkembang pada lima tahun belakangan ini adalah Mailing List Muhammadiyah Society.

Sekilas Profil Mailing List Muhammadiyah Society

Komunitas ini resminya terbentuk pada tanggal 8 Agustus 2000 oleh Dr. Agus Purwanto dan Dr. Imam Robandi. Keduanya saat itu sedang menjalani proses studi di negeri Jepang. Dr. Agus Purwanto adalah seorang pengajar Fisika di ITS yang merupakan mantan Kabid. IPTEK DPD IMM Jawa Timur, sedangkan Dr. Imam Robandi adalah pengajar di fakultas Elektornika ITS. Saat ini pengendalian mailing list dilakukan oleh Arif Nur Hakim (kandidat doktor) dan Dr. Yusril Yusuf . Arif Nur Hakim merupakan alumni SMA Muhammadiyah II Surabaya yang selepas SMA menjalani studi di Kyushu University Fokuoka Jepang, sedangkan Dr. Yusril Yusuf adalah seorang Staf Pengajar di Jurusan Fisika F-MIPA Universitas Gadjah Mada, alumni SMA Muhammadiyah II Yogyakarta yang saat ini sedang menjalani program post doctoral. di Universitas yang sama

Secara teknis, maling list adalah sebuah fasilitas di Internet yang memungkinkan individu-individu yang memiliki akses terhadap internet bisa berdiskusi menggunakan fasilitas electronic-mail e-mail.. Mailing List Muhammadiyah Society memanfaatkan fasilitas gratis dari Yahoogroups dengan alamat di : http://groups.yahoo.com/group/Muhammadiyah_Society/ . Di Yahoogroups, Mailing List Muhammadiyah_Society bukanlah satu-satunya mailing list Muhammadiyah , karena ada juga mailing listMailing List Muhammadiyah 2002, Mailing List Pena-IMM, atau mailing list yang mengkhususkan diri pada warga amal usaha seperti sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah. yang lain seperti

Komunitas Muhammadiyah yang terbangun melalui mailing list ini memungkinkan setiap orang yang memiliki keterikatan dan ketertarikan kepada Muhammadiyah dari berbagai lapisan masyarakat dan dari berbagai belahan bumi untuk bisa bergabung secara langsung menjalin silaturahmi, berkomunikasi dan berdiskusi.

Bahkan, komunitas ini merupakan komunitas yang memungkinkan adanya bentuk komunikasi antar individu tanpa terbatas status sosial, umur, jabatan maupun periode aktifitas di Muhammadiyah. Karena di dunia internet berlaku hukum : bacalah apa yang ditulis, jangan lihat siapa yang menulis. Moderator mailing list bertugas mengurusi pendaftaran anggota dan memperhatikan lalu-lintas e-mail yang dikirimkan para anggota di mailing list. Sudah barang tentu berlaku sebuah aturan dan etika yang mengikat setiap anggota. Moderator tidak segan-segan bertindak tegas jika ada anggota yang dianggap melanggar aturan dan etika

Hingga menjelang usianya yang ke 5 di awal bulan Agustus 2005, Mailing List Muhammadiyah Societymailing list ini agaknya sangat membantu kader dan simpatisan Muhammadiyah yang ‘kesepian’ di negeri orang atau bagi mereka yang bekerja di perusahaan multi nasional , walaupun itu di Indonesia. ha,pir mencapai 600 anggota.. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan, baik yang merupakan aktifis resmi yang memiliki jabatan di Pimpinan, Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom dan Amal Usaha di berbagai tingkatan dari pusat hingga ranting, maupun yang merupakan para simpatisan Muhammadiyah yang merupakan ‘aktifis lepas’. Secara geografis, kedudukan mereka boleh dibilang berada di seluruh belahan bumi ini, karena

Aktifitas mailing list ini adalah selain berisi tausiyah dan info-info tentang Muhammadiyah yang tidak harus berasal dari moderator, juga mendiskusikan hal-hal yang berkatan dengan Muhammadiyah dan juga isu-isu kontemporer yang terjadi ditengah masyarakat Indonesia dan dunia Islam Semuanya dilakukan secara real time dimana seorang anggota bisa langsung mengirimkan e-mail dan mendapat respon lansung dari anggota yang lain. Yang cukup menarik, dan mungkin inilah karakteristik komunitas di internet, sering sekali terlempar ide-ide segar atau bahkan nakal mungkin di dalam komunitas nyata tidak bisaterungkap. Mungkin bisa kita ibaratkan semacam pembicaraan beberapa warga Muhammadiyah di sebuah saung atau gardu Ronda. Mereka berdiskusi tanpa sungkan-sungkan, sehingga bisa keluar ide-ide segar tanpa terbebani statusnya sebagai ‘apa’ di Muhammadiyah.

Dari statistik on line yang bisa dilihat di websitenya, terlihat dinamika lalu lintas pesan yang tercatat di mailing list ini . Dari catatan statistik tersebut, tercatat frekuensi diskusi tertinggi adalah di bulan Juni-Juli Tingginya frekuensi ini juga disebabkan oleh bertambahnya anggota milis pada saat itu yang lumayan pesat. Sedangkan Juni tahun 2002. Pada saat itu memang sempat terjadi kejenuhan di milis, yang dikarenakan juga masih sedikitnya anggota dan berbagai kesibukan anggota waktu itu. Untuk selengkapnya bisa dilihat di tabel lalu lintas pesan di bagian lain tulisan ini. tahun frekuensi terendah terjadi di bulan 2005 yaitu hari-hari ketika diadakannya muktamar muhammadiyah di malang.

Para anggota komunitas ini, kadang meneruskan diskusi mereka melalui jaringan pribadi. Dengan menggunakan media email pribadi atau menggunakan fasilitas lain di internet seperti fasilitas Chatting atau Voice Chat, sebuah fasilitas percakapan melalui jaringan internet. Diskusinyapun bisa berubah menjadi khusus. Semisal untuk melanjutkan diskusi yang dirasa cukup sensitif bila dibicarakan secara bebas di dalam mailing list. Atau ketika akan membicarakan sebuah topik yang membutuhkan bahasa teknis tertentu.

Saat ini, juga sedang dirancang sebuah radio dengan memanfaatkan fasilitas internet. Fasilitas ini juga memanfaatkan fasilitas gratis di jaringan internet. Secara teknis radio ini bisa didengarkan dengan cara membuka alamat di http://m-cyberdakwah.dyndns.org/. Tentu saja dengan syarat komputer yang dipakai adalah komputer yang dilengkapi fasilitas multi media. Radio internet ini saat ini masih dalam pengembangan oleh beberapa warga mailing list yang memiliki kompetensi dalam bidang Teknologi Informasi. Dimana sebelumnya mereka sering mengadakan diskusi-diskusi secara terbatas tentang pengembangan IT di Muhammadiyah. Koordinator radio internet ini sementara dipegang oleh Rachmat Adhi Wibowo, seorang insinyur muda bidang metalurgi, mantan penggiat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Indonesia yang sedang studi program Doktor di Yeungnam University Korea Selatan. Beberapa saat lagi, bila radio internet ini berhasil, maka warga mailing list akan menikmati kebersamaan melalui internet tidak hanya dengan membaca dan membalas email saja, namun bisa juga dalam bentuk lagu, berita, pengajian, maupun diskusi secara live. Apalagi dengan dibarengi membaca informasi resmi dari website-website resmi Muhammadiyah seperti www.muhammadiyah.or.id, www.muhammadiyah-tabligh.or.id , www.diktilitbang-muhammadiyah.or.id , www.pp-aisyiyah.or.id dan website-website lainnya yang tampaknya akan segera bermunculan. Bila sekalian memanfaatkan informasi melalui SMS dengan fasilitas Dakwah Seluler, sebuah kebersamaan total yang melintas batas ruang dan waktu akan segera tercapai.

Memaknai Dunia Mailing List

Inilah salah satu wahana ber-Muhammadiyah di era Informasi ini. Dimana dengan terhubungnya pimpinan, kader dan simpatisan dalam sebuah media seperti Mailing List Muhammadiyah Society ini akan meningkatkan akselerasi aktifitas Muhammadiyah. Misalnya, ketika seseorang yang baru saja pindah tempat tinggal dan ingin bergabung dengan Muhammadiyah di tempat yang baru, maka dengan mudah bertanya kepada warga mailing list ini. Bila ada yang mengetahui, akan langsung mendapat jawaban. Juga bila seseorang yang sedang dalam kesulitan menggerakkan sebuah amal usaha, bisa sharing dan bertukar pendapat dengan warga maling list yang lain. Atau, ini yang sering terjadi, ketika ada seseorang sedang kesulitan memahami realitas sosial politik yang terjadi di negeri ini, dia sering mencoba melemparnya ke mailing list. Kemudian banyak fihak yang menanggapi baik yang memiliki permasalahan sama, yang menawarkan solusi atau yang memberikan referensi – referensi lain. Disamping itu, pengiriman berita-berita aktifitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia, bahkan juga di luar negeri ( seperti di PCIMMesir atau Kuala Lumpur ) oleh anggota mailing list, bisa langsung terinformasikan ke seluruh anggota dalam beberapa detik saja, dan efeknya tentu saja bisa menumbuhkan semangat bagi warga milis yang lain untuk bergerak lebih baik.

Memang, sebuah komunitas dalam bentuk mailing list ini tidak menawarkan sebuah komunitas seperti di dalam komunitas konvensional. Di dalam komunitas ini tidak akan dijumpai seorang ustadz yang akan mengisi sebuah kajian, atau seorang pengajar yang akan mentransfer begitu saja ilmunya. Komunitas ini menawarkan sebuah media diskusi antar personal yang biasanya tidak langsung mengerucut dalam kesimpulan-kesimpulan tertentu. Dan seringkali kesimpulannya memang terpulang kepada warga mailing list sendiri. Sehingga, sebagai sebuah komunitas, anggota yang tergabung akan berfikir tentang keikutsertannya dalam sebuah media belajar bersama, bukan sebuah pengajian sebagaimana biasanya.

Perkembangan komunitas model ini di Indonesia didominasi anak-anak muda yang berusia sekitar 20-35 tahun. Dan mereka sangat tergantung dengan ketersediaan jaringan internet. Di dalam hasil riset yang dilakukan oleh Majalah Balairung, disebutkan bahwa pengguna Internet di Indonesia baru sekitar….., tentunya sebagian besar terpusat di kota-kota besar. Sehingga warga mailing list di Indonesia juga tidak jauh dari kriteria pengguna internet di atas. Sayang memang, kemampuan pemerintah kita belum sampai pada penyediaan fasilitas internet murah seperti di negara-negara tetangga.

Walaupun begitu, ada baiknya Pimpinan Formal di Muhammadiyah melihat fenomena ini sebagai sebuah peluang dakwah dan peningkatan akselerasi dakwah yang seringkali digugat karena kurang dinamis. Dimana sudah tersedia sebuah komunitas yang cukup solid berkembang di dunia Internet. Bahkan ide-ide segar bisa di dapat dari komunitas ini. Secara jumlah memang masih sangat terbatas, namun bisa jadi secara acak kader-kader yang tergabung di mailing list ini merupakan kader yang mewakilikomunitas-komunitas nyata di Muhammadiyah.

 

Khatimah

Bukan sebuah kebutuhan untuk meresmikan keberadaan komunitas ini secara formal, walaupun bila akan membuat mailing list yang resmi di kemudian hari tentunya adalah sesuatu yang tidaklah buruk. Karena, bila mailing list ini diformalkan, bisa jadi akan membuat warga mailing list yang biasa berdiskusi bebas ini menjadi tertekan dan mati. Inilah salah satu karakteristik komunitas di dunia internet, sensitifitas psikologis di komunitas ini sangat tinggi. Prasangka dan tekanan psikologis juga bisa terjadi hanya karena pemilihan kata yang kurang berkenan dalam sebuah posting pesan. Karena, dunia internet adalah dunia yang hidup bersandarkan etika dan integritas personal dalam bahasa verbal. Di dunia ini kepercayaan adalah sesuatu yang sangat berharga dan karena itu disana peraturan formal dan juga fiqh menjadi sulit terbangun.

 

Ada baiknya bagi pimpinan, kader dan simpatisan Muhammadiyah bila ada kesempatan untuk bergabung di komunitas tidak resmi Muhammadiyah ini. Cukup dengan cara mengirim email kosong ke : Muhammadiyah_Society-subscribe@yahoogroups.com. Dalam beberapa detik otomatis akan tergabung di dalam Jama’ah Digital ini. Mungkin disinilah salah satu media untuk mendapatkan ilmu, saudaraseperjuangan dan juga berbagai ide yang dibutuhkan baik untuk keperluan pribadi, maupun untuk menggerakkan kelanjutan gerak persyarikatan yang hampir berusia satu abad ini. Sebagai sebuah pembanding, elemen umat Islam lain seperti NU atau PKS sudah lebih dahulu mengoptimalkan berbagai fasilitas di dunia internet ini. Terlambat bukan berarti tidak bisa mengejar bukan ?

Arif Nur Kholis
– Warga PRM Selokaton – Sukorejo – Kendal
Webmaster www.immugm.org
– Mantan Ketua Umum IMM Komisariat UGM
Ditulis t
Tahun 2005

Tulisan Lain:

 

Peranan Sains dan Teknologi Dalam Penentuan Bentuk Peradaban Baru

Etika Teknik dan Masa Depan Ummat Manusia

Membebaskan Pikiran Bukan Membebaskan Kelakuan

Kelahiran Mustakbirin Baru

Dari Dakwah Kampus, Humanisasi IPTEK hingga Matinya Reformasi

GIE dan Ekspektasi Bangkitnya Idealisme Borjuis Muda

Kesadaran Ilmiah, Religiusitas Ilmiah

Mencari Akar Intelektualitas IMM

Jama’ah Digital : Mailing List Muhammadiyah Society

The Underground Scienties

Pendidikan Tanpa Refleksi

“Sains Itu Berkembang !”

Universalitas dan Para Spesialis

Model Keberagamaan Orang Eksakta

Membangun Cyber-IMM yang Bermartabat

Membaca ‘Manivesto’ Muhammadiyah Terhadap Globalisasi

Islam dan Kerapuhan Bumi ini

Pencarian Otentisitas Sains Islam


 

Posted in: Muhammadiyah