lembar digital

Icon

18 Interaksi Arif antara Islam, Sains dan Kemanusiaan

GIE dan Ekspektasi Bangkitnya Idealisme Borjuis Muda

Di dalam dinamika kebudayaan bangsa ini, kita memiliki media ekspresi pemikiran dan alat komunikasi keresahan diri bangsa kita dalam bentuk Film. Adalah sesuatu yang menarik ketika Mils Film pada 14 Juli 2005 meluncurkan Film terbarunya yang bertajuk GIE. Film ini mungkin akan membawa genre baru Fim Indonesia setalah Film drama remaja dan Film Horor di layar bioskop kita. Bahkan tidak sekedar itu, ada harapan yang cukup besar terhadap film ini untuk pembentukan karakter bangsa ini. Sebuah film yang mungkin ingin mendialogkan, dan semoga tanpa memposisikan diri sebagai guru, tentang idealisme sebagai bagian dari kelengkapan manusia. Idealisme dan mungkin dalam bentuk ekpresi nasionalisme generasi baru. Generasi yang identik dengan Borjuasi di era globalisasi. Read the rest of this entry »

Filed under: Film

Kesadaran Ilmiah, Religiusitas Ilmiah

Sebuah proses ilmiah adalah proses dimana sebuah preposisi sudah melewati uji objektifitas walaupun inspirasi, atau bahkan hipotesis yang mendasari awalnya berasal dari kepercayaan mistik, keyakinan agama atau hal-hal yang bersifat subjektif lainnya.

Ilmuan sah-sah saja mendapat inspirasi yang kemudian menjadi hipotesis atau dasar asumsi peneilitan dari berbagai aktifitas empiris. Sama sahnya bila seorang ilmuan mendapat inspirasi dari keyakinan agamanya, kepercayaan mistisnya maupun kemampuan intuitifnya. Biasanya teknologi akan lahir ketika seseorang berfikir dengan bersandarkan dari bukti-bukti empiris yang sudah ada sebelumnya. Sebagai contoh ketika seseorang menemukan alat baru, biasanya hal ini merupakan implementasi dari teori-teori yang sudah ada atau bahkan pengembangan alat yang sudah ada. Namun dalam teori-teori fisika fundamental, sering seorang ilmuan terpengaruh oleh berbagai kepercayaan mistis atau keyakinan agama yang dia anut. Read the rest of this entry »

Filed under: Islam, Sains

Mencari Akar Intelektualitas IMM

Dalam kurun waktu antara 1964 hingga 2003 ini banyak variasi pernyataan terhadap peran yang diemban oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ada yang berkomentar positif dengan menyatakan IMM masih bersih dari kepentingan politik praksis, masih memiliki prospek besar karena kekuatan tradisi Intelektual Muhammadiyah yang menjadi sandaran IMM atau juga ada yang berkomentar negatif dengan menganggap bahwa IMM masih menunjukkan kemanjaannya kepada Muhammadiyah, “bentuk kader” IMM yang tidak jelas atau komentar ketidakjelasan peran IMM dalam sebuah peta Gerakan Mahasiswa. Kadang pernyataan pernyataan di atas hanya menjadikan elit IMM terjebak pada “kemanjaan yang lebih akut” atau malah berkutat pada apologi-apologi yang kurang konstruktif. Padahal dalam realitas sejarah pergerakan Mahasiswa, para kader IMM harus mengakui bila peran IMM jarang sekali disebut sebagai bagian dari Gerakan Mahasiswa. Read the rest of this entry »

Filed under: Gerakan Mahasiswa, Islam, Muhammadiyah

Sains-Teknologi, Etika dan Wahyu

Ketika berbicara sains, kadang menjadi salah kaprah ketika selalu dinisbatkan kepada ilmu-ilmu alam semata. Karena pada kenyataannya seorang saintis adalah seorang yang mendalami suatu pengetahuan yang sistematis atau kemudian disebut sebagai ilmu. Ilmu bisa dianggap sebagai sains. Apapun ilmu itu. Sehingga kemudian pada kenyataannya kita mengenal natural science, Economic science, Social Science dan banyak lainnya. Dalam hirarki filsafat ilmu kemudian dikenal sebagai turunan dari filsafat. Filsafat sebagai sarana pencrian hakekat ‘sesuatu’ yang kemudian menghasilkan pengetahuan, ketika pengetahuan tersebut telah mencapai sebuah sistematika tertentu maka akan disebut ilmu. Kemudian sains ketika diterapkan akan menjadi sains terapan, dan ketika menemukan bentuk praksisnya berdasarkan rekayasa dan kemanfaatannya akan berubah menjadi teknologi. Teknologi pada awalnya juga hanya merupakan ilmu rekayasa yang membasiskan pada dasar-dasar yang dianut pada natural sains, namun belakangan kemudian dikenal adanya social engineering. Asumsi bahwa natural science selalu kuantitatif dan social science selalu kualitatif ternyata juga tidak berlaku lagi. Sehingga batas antara eksakta dan sosial kemudian bukan berada pada metode atau konsep filsafat ilmunya, namun berada pada jenis obyek yang diamati. Read the rest of this entry »

Filed under: Sains

Jama’ah Digital : Mailing List Muhammadiyah Society

Sudah hampir satu abad Persyarikatan Muhammadiyah berdiri. Persyarikatan yang oleh para pengamat digolongkan sebagai bagian dari kelompok Islam Modernis ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan pencerahan masyarakat di negeri ini, semenjak bumi pertiwi ini masih ber status tanah jajahan Belanda, Tanah Jajahan ‘saudara tua’ Jepang, hingga di alam kemerdekaan seperti sekarang ini. Jaringan organisasinya juga terus membesar, bahkan inspirasi gerakan yang hingga sekarang secara organisatoris hanya beranggotakan Warga Negara Indonesia ini telah menginspirasikan berdirinya organisasi sejenis di Singapura, Malaysia dan Thailand. Read the rest of this entry »

Filed under: Muhammadiyah

“18 Interaksi Sains, Islam dan Kemanusiaan”

Ini lembar digital 18 judul tulisan yang ditulis sejak tahun 2003 hingga 2007. Publikasi ini dimaksudkan untuk berbagi kegelisahan, berbagi peta masalah, dan mungkin berbagi solusi. Anggap saja 18 ide dari seorang saudara yang gelisah dan ingin berbagi. Karena ini bukan 'diary' , maka publikasi hanya dilakukan sekali, saat ini saja. Silahkan berkomentar dan mungkin di koreksi. Wassalam.

Statistik Sejak 4 Agustus '07

  • 21,444 hits

Kategori