Agustus 4, 2007 • 6:31 am
Ada perdebatan dalam khasanah pemikiran Islam. Seakan sejarah terus berulang, perdebatan antara fihak-fihak yang mengaku liberal dengan yang mengklaim sebagai penjaga syari’at, fihak-fihak yang mengaku modern dengan orang-orang yang menjaga tradisi dan sebagainya. Read the rest of this entry »
Filed under: Islam, Muhammadiyah
Dalam kurun waktu antara 1964 hingga 2003 ini banyak variasi pernyataan terhadap peran yang diemban oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ada yang berkomentar positif dengan menyatakan IMM masih bersih dari kepentingan politik praksis, masih memiliki prospek besar karena kekuatan tradisi Intelektual Muhammadiyah yang menjadi sandaran IMM atau juga ada yang berkomentar negatif dengan menganggap bahwa IMM masih menunjukkan kemanjaannya kepada Muhammadiyah, “bentuk kader” IMM yang tidak jelas atau komentar ketidakjelasan peran IMM dalam sebuah peta Gerakan Mahasiswa. Kadang pernyataan pernyataan di atas hanya menjadikan elit IMM terjebak pada “kemanjaan yang lebih akut” atau malah berkutat pada apologi-apologi yang kurang konstruktif. Padahal dalam realitas sejarah pergerakan Mahasiswa, para kader IMM harus mengakui bila peran IMM jarang sekali disebut sebagai bagian dari Gerakan Mahasiswa. Read the rest of this entry »
Filed under: Gerakan Mahasiswa, Islam, Muhammadiyah
Sudah hampir satu abad Persyarikatan Muhammadiyah berdiri. Persyarikatan yang oleh para pengamat digolongkan sebagai bagian dari kelompok Islam Modernis ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan pencerahan masyarakat di negeri ini, semenjak bumi pertiwi ini masih ber status tanah jajahan Belanda, Tanah Jajahan ‘saudara tua’ Jepang, hingga di alam kemerdekaan seperti sekarang ini. Jaringan organisasinya juga terus membesar, bahkan inspirasi gerakan yang hingga sekarang secara organisatoris hanya beranggotakan Warga Negara Indonesia ini telah menginspirasikan berdirinya organisasi sejenis di Singapura, Malaysia dan Thailand. Read the rest of this entry »
Filed under: Muhammadiyah
Oleh : Arif Nur Kholis
Kehadiran internet sebagai souvenir akhir abad 21 menjadi hal yang cukup penting untuk disimak bila dihubungkan dengan kesiapan kader kader IMM untuk memanfaatkannya. Dimana IMM, yang seharusnya, sebagai kelompok kader Muhammadiyah, dan juga kader bangsa, yang paling melek teknologi memiliki tantangan untuk menjadi pemimpin dalam pemanfaatannya. Tentu saja tidak sekedar cakap dalam menggunakannya secara teknis, namun juga harus memiliki visi sebagai pelopor yang mampu mengarahkannya sebagai bagian dari gerakan intelektual, gerakan keagamaan dan gerakan advokasi sosial. Read the rest of this entry »
Filed under: Muhammadiyah
Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Malang kemarin menghasilkan sebuah dokumen yang dikenal sebagai Zhawãhir al-Afkãr al-Muhammadiyyah ’Abra Qarn min al-Zamãn (Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Jelang Satu Abad). Dokumen tersebut tampaknya meneruskan tradisi Muhammadiyah yang menghasilkan manifesto demi manifesto di setiap periode sejarahnya. Manifesto-manifesto tersebut kemudian dikenal dengan nama resmi : Kepribadian Muhammadiyah (Keputusan Muktamar ke 35,1956), Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo), Khittah Perjuangan Muhammadiyah ( Muktamar ke-40 Surabaya, 1978) dan Khitah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Tanwir Bali 2002 ). Read the rest of this entry »
Filed under: Muhammadiyah